Selasa, 19 Maret 2013

a thousand years

Feat. Steve Kazee
The day we met Frozen, I held my breathRight from the startKnew that I found a homeFor my Heart beats fastColors and promisesHow to be brave How can I love when I'm afraid to fallBut watching you stand aloneAll of my doubt Suddenly goes away somehow
One step closer
I have died everyday waiting for youDarling don't be afraid I have loved you for a thousand yearsI'll love you for a thousand more
Time stands stillBeauty in all she isI will be braveI will not let anything take awayWhat's standing in front of meEvery breathEvery hour has come to this
One step closer
I have died everyday waiting for youDarling don't be afraid I have loved you for a thousand yearsI'll love you for a thousand more
And all along I believed I would find youTime has brought your heart to meI have loved you for a thousand yearsI'll love you for a thousand moreI'll love you for a thousand more
One step closer
I have died everyday waiting for youDarling don't be afraid I have loved you for a thousand yearsI'll love you for a thousand moreAnd all along I believed I would find youTime has brought your heart to meI have loved you for a thousand yearsI'll love you for a thousand more

Rabu, 13 Maret 2013

Man Shabara Zhafira

Saya pernah membaca buku yang sangat memberikan kata-kata yang saya tidak menyangka sebelumnya. Kata-kata itu adalah Man Shabara Zhafira yang mempunyai arti "Barang siapa yang bersabar maka akan beruntung".
entah kenapa kata-kata ini sangat menenangkan untuk dibaca berulang kali.
karena saya yakin ketika saya mempunyai masalah yang diberikan oleh Allah SWT, masalah itupun tidak lebih dari kemampuan saya sendiri.
saya yakin akan hal, semuanya sudah ada yang mengatur.
ketika orang lain ada yang menyakiti, semuakan akan saya kembalikan kepada yang menciptakan.
karena yang menciptakanlah yang berhak untuk memberikan pengampunan dan pelajaran.
jangan membalas keburukan orang dengan perbuatan kita sendiri, karena lebih menyakitkan pembalasan yang akan dilakukan sang pencipta dari pada yang diciptakan.
sabar mungkin kata kunci utama dalam hidup.
sabar tidak mempunyai batasan.
sabar selalu menyiksa batin, tetapi itulah sabar.
manusia diciptakan akal dan pikiran yang digunakan untuk berfikir, tidak seperti binatang yang bertindak sesuka hatinya.
lihatlah sang cita, hewan tercepat dalam berlari, tetapi cita sangat bersabar untuk menunggu mangsanya dibalik semak belukar untuk menunggu saat yang tepat.

Kemenangan dari Sebuah Kesabaran (http://spicaku.blogspot.com)

Suatu hari, Dodi datang menemui Ayahnya yang sedang berada di halaman rumah, “Sedang apa yah?” tanyanya. 
“Ada apa?” tanya sang Ayah kembali sambil menatapnya. 
“Dodi capek yah…, sangat capek. Dodi belajar mati-matian untuk mendapat nilai bagus, sedang teman-teman yang lain bisa dapat nilai bagus hanya dengan menyontek. Dodi malas belajar lagi, Dodi mau menyontek saja yah!”. 
“Dodi capek karena harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang teman-teman Dodi punya pembantu yang mengurusi itu semua, Dodi ingin kita punya pembantu juga!”. 
“Dodi capek karena selalu menyisihkan uang saku untuk menabung, sedangkan teman-teman yang lain bisa terus jajan tanpa harus menabung. Dodi juga ingin jajan terus tanpa menabung!”. 
Dodi capek karena Dodi harus menjaga lisan untuk tidak menyakiti perasaan orang lain, sedangkan teman-teman yang lain enak saja berbicara membuat Dodi sakit hati.” 
Dodi capek karena Dodi harus menjaga sikap untuk menghormati teman-teman, sedang mereka seenaknya saja berbuat kepada Dodi.” 
Dodi capek Ayah, Dodi capek menahan diri. Dodi ingin seperti mereka. Mereka terlihat senang, Dodipun ingin senang. Dodi ingin bersikap seperti mereka Ayah!” Seraya mulai menangis. 
Sang Ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala Dodi sambil berkata, “mari ikuti Ayah, Ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang Ayah meraih tangan Dodi dan membawanya menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang. 
Melihat hal itu Dodi pun mulai mengeluh “Ayah mau membawa Dodi kemana? Dodi tidak suka jalan ini, lihat sepatu ini jadi kotor, kaki Dodi pun luka karena tertusuk duri, berjalanpun susah karena ada banyak ilalangdi sini. Dodi benci jalan ini yah”. sang Ayah pun hanya diam mendengar keluhan Dodi. 
Sampai akhirnya mereka sampai disebuah telaga yang sangat teduh dan indah. Airnya begitu jernih dan terlihat sangat segar. Di sekitarnya ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang. 
“Waaaah. tempat apa ini yah? Dodi suka! Dodi suka tempat ini!” 
Sang Ayah kemudian berjalan menuju pohon yang rindang itu dan duduk di bawahnya dengan beralaskan rerumputan hijau. “Kemarilah anakku, ayo duduk di samping Ayah”. 
Sangn Ayah melanjutkan “Anakku, tahukah kamu mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah?” 
“Tidak tahu Ayah, memangnya kenapa?” sahut Dodi. 
“Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tahu ada telaga yang sangat indah di sini. Mereka tidak bisa bersabar melewatinya” 
“Ooh. berarti kita ini orang yang sabar ya yah?” 
“Nah, akhirnya kau mengerti” 
“Mengerti apa yah? Dodi menjadi bingung” 
“Begini Anakku. Dalam belajar itu dibutuhkan kesabaran, kesabaran dalam bersikap, kesabaran dalam kujujuran, semua itu agar kita mendapatkan kemenangan. Seperti jalan yang tadi, bukankah kamu harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kamu harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kamu harus sabar melawati ilalang dan kamu pun harus sabar saat dikelilingi serangga. Dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangat indah di sini. Seandainya kamu tadi tidak sabar, apa yang kamu dapat sekarang? Kamu pasti tidak akan mendapatkan apa-apa, oleh karena itu bersabarlah anakku” 
“Tapi tidak mudah untuk bersabar Ayah…” 
“Karena itulah ada Ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat. Begitu pula dalam hidup ini, ada Ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kamu terjatuh, kami bisa mengangkatmu. Tapi ingatlah anakku, Ayah dan ibu tidak selamanya menjagamu. Suatu saat nanti, kamu harus bisa berdiri sendiri. Maka jangan pernah kamu gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri.” 
“Seorang manusia yang kuat akan selalu tabah dan istiqomah, karena ia tahu Allah akan selalu menyertai segala tindakan umatnya. Kamu juga akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang.” 
“Terima kasih Ayah, Dodi sekarang mengerti. Dodi berjanji akan selalu tegar saat yang lainnya telah terlempar.” 
Sang Ayahpun tersenyum hangat sambil menatap wajah anak kesayangannya itu.

Selasa, 12 Maret 2013

Surat untuk IRA dan Puisi terakhir SOE HOK GIE

Ini adalah surat yang ditulis Gie untuk Ira. Surat ini disampaikan oleh Denny, rekan Gie dan Ira...

Ada orang yang menghabiskan waktunya ke Mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Mirasa

Tapi aku ingin menghabiskan waktu ku di sisi mu... sayangku...

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandala Wangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danau
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biapra

Tapi aku ingin mati di sisi mu...
Manis ku...

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu

Mari sini sayang ku...

Kalian yang pernah mesra
Yang simpati dan pernah baik pada ku

Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung...

Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita tak kan pernah kehilangan apa-apa
Selasa, 11 November 1969


Ini adalah puisi terakhir karya Soe Hok Gie. Dia bercerita tentang beruntungnya orang yang mati muda. Sebab menurutnya, semakin tua semakin banyak dosa yang kita perbuat. Soe Hok Gie sendiri mati di usianya yang masih muda.....

Nasib terbaik adalah tak pernah dilahirkan
Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua
Berbahagialah mereka yang mati muda

Mahluk kecil...
Kembalilah dari tiada ke tiada...
Berbahagialah dalam ketiadaan mu...

Kutipan Ku

layaknya orang bermimpi tapi tidak bermimpi
layaknya orang berjalan tetapi tidak berjalan
layaknya orang tertidur tetapi tidak tertidur
layaknya orang berbicara tetapi tidak berbicara
layaknya orang melihat tetapi tidak melihat
layaknya orang mencintai tetapi tidak mencitai

hidup penuh teka teki yang harus dipecahkan
memberikan sentuhan yang tak terduga
merasakan hal yang bermacam-macam
semua kembali kepada yang menciptakan

manusia dilahirkan
dilatih untuk merangkak
kemudian berjalan
dalam proses itu banyak terjadi kegagalan ketika pada tahap berjalan, tetapi sang bayi tetap berusaha untuk tetap bangkit dan berjalan
ketika sudah melewati tahap itu sang bayi  tumbuh menjadi anak kecil yang dapat berbicara walaupun tidak beraturan, tetapi itu proses
ketika sang anak mulai menjalan kan pendidikannya
dari TK - SD - SMP - SMA - Kuliah - Kerja - Menikah - dan Meninggal.

Apakah tahapan kehidupan anda seperti itu ?

tidak salah ketika kehidupan seseorang seperti itu, tetapi itu hanya kehidupan orang normal (Dalam kata arti tidak sebenarnya) yang mempunyai pemikiran sederhana.

Kutipan Kata-kata dari SOE HOK GIE

PUISI CAHAYA BULAN
Nicholas Saputra
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan pelan di Lembah Kasih
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap
Kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Kudengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta
Cahaya bulan menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutahu dimana jawaban itu
Bagaikan letusan berapi
Membangunkanku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri
Mencari jawaban kegelisahan hati

CAHAYA BULAN
Eros SO7 feat. Okta
perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya kota kelam mesra menyambut sang petang
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa matahari terbit menghangatkan bumi
aku orang malam yg membicarakan terang
aku orang tenang yg menentang kemenangan oleh pedang
perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya nyali besar mencuat runtuhkan bahaya
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa indah pelangi tak berujung sampai di bumi
aku orang malam yg membicarakan terang
aku orang tenang yg menentang kemenangan oleh pedang
reff: cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yg takkan pernah aku tau dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati
terangi dengan cinta di gelapku
ketakutan melumpukanku
terangi dengan cinta di sesatku
dimana jawaban itu