Pada saat itu gua nginep dirumah teman gua, karena keluarga pada pergi ke bandung untuk liburan dan gua memutuskan lebih banyak ingin ngabisin waktu gua bersama teman – teman gua. Gua terbangun dengan BBM yang mengagetkan gua kalau si Zidnie ngajak lari pagi, kaget asli raut muka gua yang kalau di gambarin mah kaya kuda beranak. Soalnya selama gua pacaran atau berteman gua gak pernah di ajak lari pagi sama wanita -_-‘.
Gua terima aja ajakannya dengan senang hati, motor gua panasin untuk pulang kerumah buat ganti baju training. Dan ternyata doi juga lagi siap - siap, tambah kagetnya gua kalau tahu kalau dia yang yang bakal kerumah gua. Dan yang gua tau itu cowo yang nyamperin cewe duluan, karena cowo yang memulai duluan tapi ini....??? *shockkkterapii...
Dalam kamar mandi kegalauan menghampiri, gua mandi apa enggak ya ? gua mandi ntar keringetan lagi kalau gak mandi gua kewangian ntar.
Akhirnya gua berlekaslah mandi agar tetap wangi, selesai gua memakai pakaian ada suara cewe yang manggil nama gua. Pas gua liat, doi broooooo...
Jantung gua pun berdetak melebihi batas normal melihat dia datang dan menunggu di depan rumah gua sambil memainkan hpnya.
Saking paniknya gua bingung untuk memakai sepatu yang mana, karena gua orangnya gak enak bikin orang nunggu lama akhirnya gua asal ambil sepatu yang ada di rak.
Gua pun keluar dengan tampang sok cool, supaya dia agak tersepona dikit sama tampang gua yang kaya gini ya gak. Tapi muka dia kayanya biasa aja ngeliat penampilan gua, ya gimana lagi ya. Akhirnya gua berangkat ke salah satu taman yang ada di cibubur.
Hari itu hari keberuntungan gua sama dia karena gua masuk taman itu biasanya bayar tapi kebetulan tidak ada penjaganya, jadi gua pun masuk dengan wolesnya. Saking asiknya gua ngobrol sama dia gua gak tahu kalau di belakang gua ada motor dan gua ngehalangin jalan motor di belakang gua. Pas gua liat kaca spion “wah, bapak – bapak lagi nih. Berkumis lagi, biasanya kan identik dengan keseraman”. Mungkin dia kesel atau apa kemudian dia mendekati gua sama ilma dan memarahi karena menghalang – menghalangi jalan dia. Padahal mah gua jalan udah agak di pinggir, mabok kali yang pak kumis itu. Setelah itu kita berdua parkir untuk lari di sekitar taman itu. Sebenarnya kami tidak lari, hanya jalan saja tapi buat gua sama aja lari sama jalan yang pentinggua bisa deket sama dia. Kamipun berbincang- bincang banyak sekali sepanjang kami berjalan. Hingga kemudian dia mengatakan kalau ia lapar,dan kebetulan sekali ada tukang ketoprak yang mangkal di taman itu.
Kami akhirnya tidak lari pagi malainkan sarapan pagi ketika itu. Dan lucunya ketika itu dia memakai jeruk nipis dan kemudian dia lupa untuk membuang jeruk nipis itu melainkan meletakan jaruk nipis itu kembali kepinggir piringnya. Tanpa sadar ia mengaduk ketoprak tanpa memperhatikan jeruk nipis yang ia letakan itu, beberapa saat ia merasakan keanehan dalam makanannya dan ternyata jeruk nipis yang ia letakan itu termakan olehnya. Betapa bahagianya gua melihat ekpresi dia seperti itu, layaknya film kartun tom and jerry. Ketika tom di kelabuhi oleh jerry yang mengganti danging dengan besi yang di cat seperti daging sungguhan dan ketika tom memakannya giginya pada rontok semua sambil senyum pasrah, layak nya ekspresi muka dia yang sedang mengunyah jeruk nipis. Seperti kelakuan wanita biasa ketika mereka malu atau sudah terpojokan, mereka selalu berkata “aaaaa.....” dan merah merona mukanya bagaikan di rebus dengan api kebakaran.
Setelah itu kami kembali ke parkiran untuk segera pulang. Rasa senang sebenernya gua rasain pada waktu itu, walaupun hanya sarapan pagi tetapi dengan dia gua merasa gua nemenuin orang yang selama ini gua nanti. Sesempurnanya seseorang pasti memiliki kelemahan dan kekurangan, sudah hal wajar yang harus di mengerti setiap orang. Keadaaan mengertilah yang membuat suatu hubungan menjadi lancar walau akan terjadi perselisihan karena berbeda pendapat atau yang lain. Ketika sebuah pasangan sama – sama saling mengerti, ketika itu juga amarah, ego, dan perasaan yang tidak nyaman menjadi kasih tanpa batas untuk dirasakan bersama.